nyatanya pulsaku sudah habis, baiklah segera aku menutup pembicaraan itu dg salah seorang temannya.
memang harus di simpulkan bahwa aku harus bersabar melawan tekanan batin yg semakin menyesakkan dada ini.
pagi hari yg cerah di awal liburan penghujung ahir tahun, bersiap-siaplah aku menuju salah seorang sahabatku, pastinya dg tujuan tertentu, dan itu masih rahasia.
aku menyisir terlebih dahulu rambutku yg semakin rontok ini, seketika itu aku melihat ada sms masuk d hp ku . senangnya aku saat aku tau dialah yg mengirimkan sms itu kpd ku.
karna aku sadar, jarang sekali dy mengsms ku pagi-pagi begini.
serontak aku melotot, dan serasa semakin cepatnya kerja jantungku mengalirkan darah ke sekujur tubuhku membuat sesak mati kaku hilang nafas, ini kaget dan sungguh lemas aku membacanya.
baik, aku menarik nafasku pelan-pelan, tahan, tahan, tahan, jangan dulu keluarkan air mata sekarang, setidaknya saat seperti ini aku butuh seseorang yg bisa menenangkanku.
setelah aku membacanya, aku langsung membalasnya tanpa berfikir panjang, “yaudah gapapa . makasih, padahal aku berharap malam ini bisa ketemu. hemmh makasih juga, ini ke 9 kalinya aku d putusin cwo”
oke, ini sudah cukup, aku tak boleh berdiam diri saja, langsung aku pergi dg keluh d wajahku yg tak dapat aku bendung lg.
refleks aku menghubungi dia, laki-laki yg mungkin akan membuat ku merasa lebih baik saat ini.
dialah masa laluku, kta tak pernah bertemu lagi semenjak momen mawar merah 9 agustus 2010 lalu dan
dia mau menemuiku, dan aku akan bertemu d rumah wanita itu . wanita yg sangat mengertiku, ketegarannya melebihi ketegaranku.
pembicaraan di mulai d rumah itu, aku memang harus menangis utk ini , melampiaskan kekecewaanku. setidaknya, ini membuatku lega,
dan ucapan terima kasih unutk mereka berdua yg mau mendengar segala nestapa hatiku.
yaa, keadaan sudah merubah segala yang ada menjadi kian sempit dan terbatas saat ini.
keadaan ini sudah bnyak membawa perubahan dan perbedaan yg ada, hingga tak bnyak yg harus ku lakukan. cukup hnya sebuah nasihat itu sudah cukup .
cukup untuk perempuan sepertiku.
aku harus melawan kelemahanku, dan menyadari bhwa aku harus berhenti mencintainya .
meski keadaan sudah memberikan jawaban atas semua kebimbanganku atas pertanyaan yg di lontarkan oleh wanita itu tempo hari lalu.
3 kata itu terjawap sudah, aku sudahi keraguan hati ini.
tak ingin terlalu dalam mertapi harapan yg tak sesuai ku harapkan dulu.
bukan 72 hari lg ternyata aku harus memastikan semuanya, tapi hnya btuh wktu 4 hari ketika aku berbicara kpd wanita itu, dan kini terjawap sudah.
tak ada sesal, karna inilah aku, aku seorang perempuan yg hnya sekedar ingn lebih baik, berbuat baik dan tak ingin menyakiti . berusaha bersikap benar, di jalur yg benar.
dari hari ini aku belajar . belajar kembali.
aku , aku pasti akan lebih baik dari hari ini , pasti lebih baik
dan akan lebih lebih baik lg saat aku mau membuka diri, mau belajar dr sebuah pengalaman, entah itu manis atau pahit.
menyadari bhwa ketika aku bermain di momen yg pahit ini menjadi sesuatu pelajaran yg berharga pasti kelak momen ini akan menjadi masa lalu yg indah saat aku kenang.
inilah kepercayaanku, harapanku, dan semangatku .
di dalam ketidak jelasan hari ini, aku menggelar mimpi.
kan ku kuburkan sisa-sisa tangis ini,
aku ucapkan selamat datang pd sebuah kepergian.
meyakini bahwa jalan menuju kesembuhan penuh dg kepedihan, derita, rasa sakit, dan air mata.
dan aku tidak di takdirkan untuk tidak sendiri melewati ini semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar