Selasa, 10 Mei 2011

UNTUK SEORANG TANGAN-TANGAN KECIL TERTANGGUH DI SELURUH DUNIA


jakarta 08 mei 2011
20.00
lampu-lampu di ibu kota negaraku memang sungguh indah di malam hari menghiasi setiap pemandangan di kota ini .
di sepanjang perjalanan yang ku lewati saat ini, aku melihat gedung DPR dan MPR yang sangaaat megah, dan yang katanya pula akan di renovasi lagi dan akan di buat gedung baru lagi karna sudah tidak layak .
padahal menurutku, itu sudah jauh terlalu amat sangat megah dari pada bangunan borobudur ataupun ribuan hektar pemukiman kumuh di kota ini .
dan merupakan hunian yang layak, asri dan dapat membuat hidup mereka sejahtera,
sekalipun hanya untuk tidur di kursi dan meja tempat kerja mereka yang ber.AC dan nyaman itu .

bus jurusan kalideres - bogor ini terus melaju melewati hotel-hotel berbintang,
gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, serta melewati mall elit sekelas Taman Anggrek dan Central Park yang jaraknya tidak jauh dari perumahan berkelas Podomoro City .
cahaya bulan sabit yang menerangi malam ini saja terkalahkan oleh cahaya-cahaya mereka yang tidak tertandingi yang hampir kesemua itu adalah penguras energi listrik yang semakin memprihatinkan saat ini .

sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 20.01, mungkin dibutuhkan waktu sekitar 45 menit lagi untuk aku sampai di kota tangerang daerah batuceper tempat tinggal kedua ku setelah di bogor .
meskipun harus sendiri dan selalu sendiri tapi harus aku nikmati dengan iringan keberanian untuk sebuah kemandirian bekal masa depan .
aku rasa , aku sangat pemberani dan mandiri, ya, seorang gadis pengangguran berusia 18 tahun yang sedang menunggu hari bersejarah di 16 mei 2011 . satu minggu lagi !

seorang kenek di pintu belakang bus berteriak, " slipi jaya, slipi jaya "
ternyata ada penumpang yang akan turun, dan ada pula penumpang yang akan naik .
dan diantaranya adalah mereka 3 orang anak kecil , seorang pengamen ternyata . .
dan mereka adalah perempuan tertangguh dan pemberani bagiku di seluruh dunia .
mungkin 2 orang diantaranya berusia 6 tahun dan bahkan 1 orang lagi mungkin berusia 3 tahun .

sungguh miris melihat pakaian yang dikenakan mereka yang sudah tidak layak pakai .
dan tanpa alas kaki . dan aku tidak bisa membayangkan sekuat apa mereka bisa menahan kerasnya dan panasnya aspal jakarta ini .
begitu jauh perbedaannya saat aku melihat seorang anak kecil yang duduk di sampingku yang terlihat begitu bersih dan lucu dengan mainan mobil-mobilan yang ia pegang di pangkuan sang ibu .

diantara mereka, ada yang membawa gendang yang terbuat dari paralon atau semacam pipa plastik yang ditambal bahan karet itu .
ada yang membawa gitar kecil, dan anak yang terkecil itu membagikan beberapa amplop kepada penumpang .
dan aku salah satunya, salah seorang yang tersentuh akan kehadiran mereka di bus ini .

mereka sebenarnya anak-anak yang lucu .
mereka sekolah tidak yah ?
hemh, sungguh seandainya aku jadi orangtua mereka, aku tidak akan membiarkan darah dagingku sendiri bekerja seperti itu .
adakah orang tua setega itu ?
apakah orangtua mereka sengaja membiarkan mereka bekerja seperti ini ?
ataukah orangtuanya hanya duduk-duduk manis saja menunggu kepingan dan selembaran uang dari anak-anaknya ?
entahlah, tapi yang jelas, sungguh keterlaluan !!
dan aku tidak bisa membayangkan akan betapa kumuhnya hunian mereka jika aku melihat keadaan mereka yang seperti ini .
teramat jauh jika aku bandingakan dengan gedung DPR dan MPR yang katanya sudah tidak layak itu . hemhh ..

pengamen - pengamen itu membawakan lagu "munajat cinta"
dengan iringan musik yang sederhana dan suara yang bgitu polos dengan sikap biasa dengan semangat luar biasa .
mereka bernyanyi tanpa memperlihatkan rasa malu ataupun letihnya itu .

kehadiran mereka sangat menghibur di dalam bus ini .
saat mereka bernyanyi, ada beberapa orang di belakangku berteriak " WADUH, IBUNYA KEMANA TUH ? ADUH-ADUH"
mungkin menurutku tidak menyindir tapi cukup mengiris hati anak-anak itu jika ia mendengarnya .
mungkin mereka simpatik dan tidak tega sama sepertiku melihat anak-anak itu yang seharusnya tertidur manis di pelukan ibu, bermain ataupun belajar sambil menonton tv dengan di temani keluarga tercinta .

tapi nyatanya , MEREKA MENGAMEN !!

setelah teriakan itu, tidak lama kemudian sambil memukul gendang, aku melihat ia mengelap pipinya .
ntah apa yang di usapnya , mungkin keringat .
tapi, rasanya tidak . hampir beberapa kali ia melakukan itu ,
dan ternyata DIA ANAK KECIL PENGAMEN PEMUKUL GENDANG ITU MENANGIS .
MENANGIS !

ya, MENANGIS !

sungguh aku, kami, dan kita semua pasti akan tersentuh dan tidak tega melihat kenyataan pahit yang dirasakan olehnya . serasa aku ingin ikut menangis . tidak pernah aku melihat pengamen menangis, apalgi ini seorang anak kecil .
anak-anak yang tidak berdosa itu harus memikul tanggung jawab sebesar ini .
sungguh teriris hati ini .

betapa hebatnya dan kuatnya malaikat-malaikat kecil itu , tidak seperti aku .

ya, aku yang masih egois dan terlalu banyak menyusahkan orang tua dan terlalu banyak meminta ini .
aku fikir, dengan usiaku yang sekarang aku sudah sangat mandiri dan berani .
tapi nyatanya, masih ada yang paling mandiri daripada aku .
ya, itulah mereka .
tangan-tangan kecil yang tertangguh dan pemberani yang pernah ku temui di dunia ini .
sungguh hebatnya mereka .

lagu usai, anak paling kecil itu segera mengambil kembali amplop-amplopnya kepada penumpang .
semoga pemberian yang tidak seberapa ini dari aku ataupun penumpang lainnya bisa sedikit meringakan beban mereka , dan mengisi perut-perut kecil yang kelaparan itu .

pasal 34
Fakir miskin dan anak-anakyang terlantar dipelihara oleh negara.

pasal 27 ayat 2
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

2 komentar:

  1. pasal yg diatas itu cuma ditulis doang, tp pemerintah gak ada yg ngejalanin teh --"
    huhu kasian , miris baca ceritanya .

    BalasHapus
  2. iya de , ngan pajangan doang .
    gada di realisasiin sama sekali . payah

    BalasHapus